#2 Nipah Virus : Potensi Wabah Baru dari India

28580

Paramedik bersiap menguburkan jenazah pasien nipahvirus ( Sumber : Gizmodo.com, oleh K. Shijith)

Ditulis oleh Almira Alifia (10415009)
Disunting oleh   Muhammad Ghufron (10415006)

 

Akhir-akhir ini, Nipah Virus atau yang kerap disingkat NiV banyak mendapat sorotan media. Infeksinya disebut-sebut memiliki tingkat kematian yang tinggi dan belum ditemukan vaksin untuk mencegahnya. Setidaknya 17 orang meninggal akibat infeksi NiV semenjak Mei 2018. Virus ini tentu menjadi sorotan masyarakat dunia, karena berpotensi menjadi wabah global atau pandemi dalam waktu dekat.

Penyebab awal terjadinya wabah mendadak ini masih dalam penelusuran, namun telah diketahui bahwa NiV dapat ditransmisikan melalui babi dan kelelawar dengan perantara cairan tubuh seperti urin dan saliva.

Persentase kematian akibat infeksi virus ini cukup tinggi, yaitu 43-70% kematian terjadi dari keseluruhan kasus. Infeksi oleh Nipah virus menyebabkan peradangan otak, yang umumnya berakibat fatal dalam waktu 2-7 hari setelah terinfeksi. Sebagian besar pasien NiV juga mengalami gangguan pernafasan, sementara gejala-gejala lainnya yang teramati adalah demam, sakit kepala, pusing, dan muntah-muntah.

Hingga saat ini belum dilaporkan adanya kasus infeksi NiV yang terjadi di Indonesia terkait wabah yang sedang terjadi di India. Meski demikian, telah tercatat adanya kelelawar di daerah Sumatera yang positif mengandung NiV, sehingga tentunya masyarakat Indonesia perlu waspada. Sikap waspada ini dapat diterapkan terutama dengan berhati-hati dan menghindari kontak dengan kelelawar maupun babi liar, tidak mengonsumsi buah-buahan yang telah digigit kelelawar buah, mengamati perilaku babi ternak yang terinfeksi NiV akan sering gelisah dan banyak bersuara, serta tidak menyepelekan gejala-gejala umum seperti pusing, demam, dan muntah yang berlangsung beberapa hari dan segera memeriksakan diri ke dokter.

Dalam catatan sejarah, Nipah Virus awalnya ditransmisikan dari babi ternak ke manusia, kasus infeksi manusia oleh NiV ini pertama kali terdokumentasikan pada akhir tahun 1998 di Malaysia. Virus ini dengan cepat menyebabkan wabah di Malaysia yang berakhir pada 105 kematian dalam kurun waktu 7 bulan. Wabah ini dengan segera dikontrol dengan memusnahkan jutaan babi ternak di daerah-daerah terjangkit.

Menyusul wabah pertama yang terjadi di Malaysia, wabah Nipah virus berikutnya terjadi di Bangladesh dan India pada tahun 2001. Berdasarkan hasil identifikasi, virus yang menyebabkan wabah kedua ini sama dengan virus yang menyebabkan wabah pertama di Malaysia, namun jalur penyebarannya berbeda. Wabah yang terjadi di India dan Bangladesh tidak melibatkan babi ternak, melainkan ditransmisikan dari kelelawar ke manusia, yaitu dari konsumsi langsung getah pohon yang terkontaminasi urin kelelawar terinfeksi NiV. Penyebaran selanjutnya diperluas melalui kontak antarmanusia dengan dugaan perantara terkuat adalah melalui saliva. Setelah 2001, beberapa kasus infeksi oleh Nipah virus hampir selalu muncul di Bangladesh tiap tahunnya.

Virus sendiri adalah suatu infectious agent yang hanya mampu memperbanyak diri di dalam suatu sel inang. Virus memiliki tingkat spesifisitas inang yang umumnya cukup tinggi, sehingga tidak semua virus mampu hidup di setiap jenis inang. Misalnya, ketika ada manusia yang tanpa sengaja mengonsumsi tomat terinfeksi Tomato Mozaic Virus, maka virus tersebut tidak mampu hidup dan menginfeksi manusia tersebut.

Namun pada beberapa kasus tertentu, beberapa virus—termasuk kasus Nipah Virus ini—dapat mengalami ‘zoonosis’, yaitu peristiwa saat virus menginfeksi spesies inang lain yang bukan merupakan spesies inang aslinya. Salah satu contoh populer dari zoonosis ini adalah virus penyebab Flu Burung (H5N1) yang pada dasarnya menginfeksi inang berupa unggas namun kemudian menjangkiti manusia dan sempat menjadi pandemic beberapa tahun silam.

 

Referensi:
Gurley, E. S., Hegde, S. T., Hossain, K., Sazzad, H. M. S., Hossain, M. J., Rahman, M., … Luby, S. P. (2017). Convergence of Humans, Bats, Trees, and Culture in Nipah Virus Transmission, Bangladesh. Emerging Infectious Diseases, 23(9), 1446–1453.

Luby, S., Gurley, E., Hossain, M., Hughes, J. and Wilson, M. (2009). Transmission of Human Infection with Nipah Virus. Clinical Infectious Diseases, 49(11), pp.1743-1748.

http://doi.org/10.3201/eid2309.161922

https://www.aljazeera.com/news/2018/06/india-kerala-state-alert-nipah-virus-outbreak-180605112720057.html

https://www.cdc.gov/vhf/nipah/transmission/index.html

https://www.express.co.uk/news/world/970832/Nipah-virus-latest-outbreak-deadly-brain-damagedisease-contained

Kulkarni, D. D., Tosh, C., Venkatesh, G., & Senthil Kumar, D. (2013). Nipah virus infection: current scenario. Indian Journal of Virology, 24(3), 398–408. http://doi.org/10.1007/s13337-013-0171-y

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *