Skip to content

Si Kecil Penyembuh Kanker: Salinispora tropica, Bakteri Lautan Dalam

kanker merupakan suatu kondisi saat adanya sel yang tumbuh tak terkendali sehingga menyebabkan kerusakan di area sekitarnya. Apabila dibiarkan, kanker dapat berakibat fatal, seperti kematian. Oleh karena itu,di perlukan pengobatan untuk menghindari akibat fatal tersebut, salah satunya dengan terapi antikanker. Terapi antikanker pertama kali ditemukan pada abad ke-19dengan metode yang dipakai adalah  kemoterapi, yaitu pengobatan menggunakan zat-zat kimia.

Secara umum, kebanyakan terapi antikanker      menggunakan obat yang bersifat alami atau kimiawi yang menarget sel kanker. Seiring berkembangnya teknologi, berbagai senyawa kimia yang berpotensi menjadi obat antikanker mulai    dikembangkan dan ditemukan. Salah satunya adalah senyawa kimia dari bakteri Salinispora tropica, yang digadang-gadang berpotensi menjadi obat antikanker.

Katherine Bauman dan tim penelitinya dari Scripps Institution of Oceanography UC San Diego menemukan suatu enzim yang berasal dari Salinispora tropica, suatu spesies bakteri yang hidup di bawah laut. Salinispora tropica merupakan      bakteri aerob obligat, Gram-positif, dan dapat membentuk spora serta termasuk ke dalam kelas Actinomycetes. Bakteri ini dapat ditemukan pada sedimentasi laut dan   membutuhkan suasana dengan tekanan osmotik tinggi, dalam kasus ini adalah air laut, untuk dapat tumbuh dengan optimal. 

Enzim yang dihasilkan oleh Salinispora tropica adalah enzim SalC, yang berfungsi untuk menyusun          molekul salinosporamide   A yang berpotensi sebagai agen antikanker. Salinosporamide A memiliki          struktur cincin kompleks dan bersifat reaktif. Dengan struktur seperti itu,    salinosporamide A dapat menghambat proteasome, suatu enzim dalam sel kanker yang   bertanggung jawab atas pertumbuhan sel kanker. Oleh karena itu, salinosporamide A      memiliki potensi besar untuk dijadikan antikanker. Penelitian Bauman ini membuka    kesempatan di bidang bioteknologi untuk memanufaktur agen antikanker baru.

Bakteri Salinispora tropica sendiri menyintesis senyawa salinosporamide sebagai bentuk pertahanan diri terhadap predator.         Berbagai jenis senyawa salinosporamide dapat disintesis oleh       bakteri tersebut,     namun salinosporamide A secara khusus memiliki aktivitas biologis yang           membuatnya tidak disukai oleh sel kanker.    Sampai saat ini, salinosporamide A       sudah mencapai fase 3 uji   klinis untuk pengobatan glioblastoma. Selain itu, para peneliti            juga sedang mencoba memutasi enzim SaIC supaya dapat memproduksi senyawa antikanker lainnya selain salinosporamide A.

Senyawa salinosporamide A sangat       berpotensi menjadi senyawa antikanker, karena kemampuannya yang baik dalam       menghambat aktivitas proteasome. Namun, masih diperlukan uji klinis untuk memastikan manfaat dan efek samping yang ditimbulkan dari penggunaan              senyawa tersebut.     Apabila hasil uji klinisnya baik, tidak menutup kemungkinan      salinosporamide A akan diproduksi secara massal sebagai solusi untuk penyakit kanker.

By: Sabiyan Arafi & Muhammad Thoriq Kosasih

#SelfPotrait

#MadeInYou

#ArchaeaSehati

 

Referensi

Bauman, K. D., Shende, V. V., Chen, P. Y., Trivella, Daniella B. B., Gulder, Tobias A. M., & Moore, Bradley S. (2022). Enzymatic assembly of the salinosporamide γ-lactam-β-lactone anticancer warhead. Nat Chem Biol 18, 538–546. https://doi.org/10.1038/s41589-022-00993-w.

Endo, Atsushi & Danishefsky, Samuel J. (2005). Total Synthesis of Salinosporamide A. ACS Publication. https://pubs.acs.org/doi/10.1021/ja0522783

Jones, Graham B. (2014). History of Anticancer Drugs. John Wiley & Sons, Ltd. https://doi.org/10.1002/9780470015902.a0003630.pub2.

Mincer, T. J., Jensen, P. R., Kauffman, C. A., Fenical, W. (2002). Widespread and persistent populations of a major new marine actinomycete taxon in ocean sediments. Appl. Environ. Microbiol. 68:5005-5011.

Reimer, L. C., Sardà Carbasse, J., Koblitz, J., Ebeling, C., Podstawka, A., & Overmann, J. (2022). Bac Dive in 2022: the knowledge base for standardized bacterial and archaeal data. Nucleic Acids Research, 50(D1), D741-D746