Ada Kehidupan di Kedalaman Ribuan Meter? Mari Kita Menjelajahi Deep Biosphere Bumi

Penulis: Faris Muda Budiman (Archaea’24)

Hai #MicroFolks!

Pernahkah kamu membayangkan bagaimana kondisi di bawah tanah hingga kedalaman 5000 meter? Gelap, sempit, penuh batuan, tertutup, panas, dan lain sebagainya. Ternyata, jauh di kedalaman bumi tersimpan kehidupan yang sangat luas dan besar! Layaknya suatu dunia paralel yang kondisinya jauh berbeda dengan dunia kita yang berada di atasnya. Mari kita berpetualang menjelajahi dunia lain ini, earth’s deep biosphere.

Deep Biosphere (Magnabosco et al., 2018)

Mengenal Deep Biosphere Bumi

Deep biosphere (biosfer dalam) merupakan ekosistem luas yang tersembunyi jauh di bawah permukaan Bumi. Volume dari deep biosphere sendiri adalah sekitar 2,3 miliar km³, hampir dua kali lipat dari volume seluruh air laut di Bumi. Sejauh ini, telah dilakukan eksplorasi dan ditemukan kehidupan mikroorganisme hingga kedalaman 5 km di bawah permukaan bumi. Studi menyebutkan bahwa pada deep biosphere tersimpan sekitar 90% dari total biomassa bakteri dan archaea di planet ini. 

Lalu, bagaimana dengan kondisi ekosistem di deep biosphere bumi? Bayangkan suatu lingkungan yang gelap, panas, bertekanan tinggi. Begitulah kurang lebih gambaran keadaan di deep biosphere bumi. Kondisi di deep biosphere sangatlah ekstrem karena tidak terpapar cahaya matahari, ketersediaan nutrisi yang sangat terbatas, tekanan dan suhu tinggi, dan sangat minim oksigen. 

Faktor biotik dan abiotik deep biosphere (Yali, 2025)

Menelaah Kehidupan di Earth’s Deep Biosphere

Kondisi deep biosphere bumi yang sangat ekstrem menyebabkan penghuni biosfer ini beroperasi dengan aturan biologis yang sangat berbeda dari kehidupan di permukaan. “laju pertambahan penduduk” dari deep biosphere sangatlah lambat jika dibandingkan dengan di permukaan. Hal ini disebabkan oleh kelangkaan energi yang ekstrem, akibatnya laju pembelahan sel mikroba di deep biosphere jauh lebih lambat daripada mikroba di permukaan. Bahkan ditemukan mikroorganisme yang terakhir kali melakukan pembelahan sel pada masa mesir kuno atau sekitar 3000 tahun yang lalu.

Karena tidak terpapar cahaya matahari, penghuni biosfer ini lebih bergantung pada sumber energi kimia. Ayo kita telusuri lebih detail mengenai penghuni dari deep biosphere! Pertama, mari berkenalan dengan Altiarchaeum hamicannexum! makhluk kecil ini berasal dari domain archaea. Ia memperoleh energi dengan cara mereduksi asetat dengan hidrogen. Selanjutnya, Desulforudis audaxviator, bakteri kecil ini memiliki jalur metabolisme yang sangat lengkap! Ia mampu melakukan fiksasi karbon, fiksasi nitrogen, serta mampu mereduksi sulfat dengan hidrogen. Seolah-olah belum cukup ekstrem, kengerian deep biosphere bertambah dengan kehadiran predator berupa cacing seperti Mononchida yang siap memangsa organisme lain.

Bakteri di Deep Biosphere dan Genomnya (González-Rosales et al., 2025)

Dari Eksplorasi Bawah Tanah Hingga Energi Terbarukan dan Luar Angkasa: Potensi Mikroba Earth’s Deep Biosphere 

Deep biosphere bumi sangat kaya akan potensi sumber daya hayati. Salah satunya bakteri penghuni biosfer dalam, yaitu dari famili Methanobacteriaceae yang merupakan salah satu dari empat populasi mikroba inti yang ditemukan di biosfer dalam di seluruh dunia. Mikroba ini dapat menggunakan hidrogen untuk mengubah CO₂ menjadi metana sehingga dapat dimanfaatkan dalam industri energi terbarukan yang mengubah limbah menjadi biogas.

Jika mikroorganisme dapat tetap hidup jauh di bawah permukaan Bumi yang tidak terpapar sinar matahari, tanpa oksigen,  serta tekanan dan suhu ekstrem, apakah di planet lain juga berlaku hal yang sama? Apakah ada makhluk hidup misalnya mikroba di kedalaman planet Mars? Pertanyaan tersebutlah yang menjadi salah satu landasan para ilmuwan astrobiologi untuk mempelajari potensi kehidupan di luar Bumi. Sejauh ini, para ilmuwan masih meneliti keberadaan deep biosphere dari planet lain, terutama Mars karena kondisinya yang paling mirip dengan Bumi.


Gimana nih #MicroFolks? Nggak nyangka kan di kedalaman ribuan meter ternyata tersimpan kehidupan yang nggak terbayangkan sebelumnya! Minimnya eksplorasi akan kedalaman ribuan meter di bawah tanah menyebabkan banyaknya potensi mikroorganisme deep biosphere yang belum dimanfaatkan. Salah satunya di Indonesia, mungkin saja deep biosphere di Indonesia memiliki keanekaragaman mikroba yang lebih unik dan potensial! Negara kita membutuhkan orang-orang yang mampu menginisiasi pergerakan ini, apakah #MicroFolks yang akan menjadi salah-satunya?

Glosarium

Istilah IlmiahArtinya
BiosferSeluruh bagian Bumi yang dihuni oleh kehidupan, tempat semua ekosistem berada.
EkosistemInteraksi antara  makhluk hidup (biotik) dengan lingkungan fisik dan kimianya (abiotik).
MetabolismeSeluruh rangkaian reaksi kimia yang terjadi di dalam sel suatu organisme untuk mempertahankan kehidupan.
GenomSeluruh materi genetik (DNA atau RNA) yang dimiliki oleh suatu organisme atau sel, yang berisi semua informasi genetik yang diperlukan untuk perkembangan dan fungsi organisme tersebut.

Daftar Pustaka

Fang, J., & Zhang, L. (2011). Exploring the deep biosphere. Science China Earth Sciences, 54(2), 157–165. https://doi.org/10.1007/s11430-010-4148-z 

González-Rosales, C., Rezaei Somee, M., Buck, M., Bertilsson, S., Mehrshad, M., & Dopson, M. (2025). A global deep terrestrial biosphere core microbiome. ISME Communications, 5(1). https://doi.org/10.1093/ismeco/ycaf176 

Magnabosco, C., Lin, L.-H., Dong, H., Bomberg, M., Ghiorse, W., Stan-Lotter, H., Pedersen, K., Kieft, T. L., van Heerden, E., & Onstott, T. C. (2018). The biomass and biodiversity of the continental subsurface. Nature Geoscience, 11(10), 707–717. https://doi.org/10.1038/s41561-018-0221-6 

Takamiya, H., Kouduka, M., & Suzuki, Y. (2021). The deep rocky biosphere: New geomicrobiological insights and prospects. Frontiers in Microbiology, 12. https://doi.org/10.3389/fmicb.2021.785743 Yali, L. (2025). Scientists Discover How Heat ‘Awakens’ Carbon Food Source for Deep Earth Biosphere. Chinese Academy of Sciences.

Baca juga artikel lainnya: