Habis Pandemi Terbitlah Hantavirus? Yuk, Cek Faktanya!
MicroCurrent Edisi Special seputar Kesehatan
Disusun oleh Anaya Fatharani Rizaldi (Archaea’23)
Hii #MicroFolks! Gak kerasa ya, udah 5 tahun kita ‘lulus’ dari pandemi. Eh tapi, tau ga sih? Baru-baru ini WHO (per 8 Mei 2026) melaporkan ada 8 kasus Hantavirus jenis Andes dan 3 kasus di antaranya meninggal. Berarti Case Fatality Rate atau CFR-nya tembus 38%, jauh lebih tinggi dari yang kita hadapin dulu!
Tapi tenang, #MicroFolks, karakteristiknya beda kok. Yuk bedah bareng di artikel berikut!
Apa itu Hantavirus?
Hantavirus adalah kelompok virus yang ditularkan oleh hewan pengerat, terutama deer mouse (tikus kijang). Penularannya biasanya terjadi saat manusia menghirup partikel udara yang terkontaminasi urin, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi.
Risiko paparan biasanya lebih tinggi di tempat yang kotor, lembap, atau lama tidak dibersihkan, seperti gudang tua, area bekas banjir, sawah, ladang, maupun ruangan tertutup yang jarang dipakai. Kenapa? Soalnya, tempat-tempat seperti itu sering jadi “markas” tikus untuk bersarang. Jadi, virus ini bukan menyebar lewat udara bebas kayak flu, yaa #MicroFolks.

Salah satu jenis hantavirus yang lagi ramai dibahas adalah Andes virus (ANDV), yaitu tipe hantavirus yang banyak ditemukan di Amerika Selatan. Andes virus dikenal karena bisa menyebabkan gangguan pernapasan berat dengan tingkat kematian yang cukup tinggi. Meski jarang, Andes virus juga termasuk salah satu Hantavirus yang pernah dilaporkan dapat menular antarmanusia.
CDC pada 9 Mei 2026 melaporkan, bahwa masa inkubasi hantavirus umumnya sekitar 2 minggu setelah terpapar, meski pada beberapa kasus gejala bisa muncul lebih cepat sekitar 7 hari atau bahkan hingga 6 minggu kemudian.

Gejala hantavirus bergantung pada jenisnya. Secara umum, ada dua kategori, HPS (Hantavirus Pulmonary Syndrome) yang menyerang paru-paru & pernapasan (lebih umum di Amerika) dan HFRS (Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome) yang menyerang ginjal (lebih umum di Asia & Eropa). Nah, yanv beredar di Indonesia sendiri adalah Seoul Virus (SEOV), masuk kategori HFRS, dengan gejala demam, nyeri otot, muntah, hingga gangguan ginjal di kasus yang lebih serius.
Menariknya, hantavirus di Indonesia sebenarnya bukan hal baru lho #MicroFolks! Kasus pertamanya udah tercatat sejak 1991 di Maumere, dan sejak itu udah pernah dilaporkan di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Denpasar, sampai Makassar. Cuma emang belum banyak disorot aja.
Kasus Hantavirus di kapal pesiar MV Hondius
Kasus ini bermula pada 27 Maret 2026, saat pasangan asal Belanda, Leo dan Mirjam Schilperoord, mengunjungi area pembuangan sampah di Argentina yang banyak terdapat tikus. Beberapa hari kemudian, mereka naik ke kapal MV Hondius bersama 100+ penumpang untuk ekspedisi 35 hari.
6 April, Leo mulai bergejala dan kondisinya terus memburuk hingga meninggal pada 11 April di atas kapal. Mirjam menyusul, ia pingsan di bandara Johannesburg dan meninggal 26 April. Setelah itu, gejala serupa mulai muncul pada penumpang lain dari Inggris, Jerman, hingga Swiss.
Kasus ini baru ramai disorot dunia pada 2 Mei setelah WHO menerima laporan wabah di kapal. WHO kemudian memastikan penyebabnya adalah Andes Virus (ANDV) jenis hantavirus yang dalam kasus langka bisa menular antarmanusia.
Sebagai respons, Argentina mengirim tim peneliti ke lokasi dugaan sumber paparan, sementara kapal diarahkan ke Kepulauan Canary, Spanyol. Per 10 Mei 2026, penumpang yang tidak bergejala mulai diturunkan di Tenerife dan akan dipantau selama 6 minggu ke depan.

Apakah ada kemungkinan terjadi pandemi seperti COVID?
Berbeda dari COVID-19, penularan hantavirus antarmanusia sebenarnya sangat jarang, probabilitasnya hanya sekitar 1%. Satu-satunya jenis yang terbukti bisa menular antarmanusia ya Andes Virus (ANDV) ini.
Lalu kenapa pasangan suami istri di kapal bisa ikut tertular? Diduga karena kontak yang sangat dekat dan intens, termasuk sexual contact yang risikonya 17% lebih tinggi dibanding interaksi biasa. Jadi bukan karena virusnya menyebar bebas, ya!
Soal mutasi, hantavirus tidak lebih mudah bermutasi seperti A coronavirus, jadi tingginya angka kematian bukan karena virus ini tiba-tiba jadi lebih ganas. Andes Virus memang sejak awal dikenal punya fatality rate tinggi, apalagi kalau penanganan medisnya terlambat.Kabar baiknya, WHO masih mengategorikan kejadian ini di level risiko rendah. Jadi situasinya belum mengarah ke pandemi seperti COVID-19 dulu, kok, #MicroFolks, tapi pemantauan tetap terus berjalan.
Sekarang apa yang bisa kita lakukan?
Yang paling penting adalah jaga kebersihan lingkungan dan hindari paparan tikus, terutama di area lembap atau lama tidak dibersihkan. Kalau harus bersih-bersih gudang, loteng, atau bekas banjir, wajib pakai masker dan sarung tangan!
Kalau muncul gejala seperti demam, nyeri otot, sesak napas, atau badan lemas lebih dari 1–2 hari, apalagi ada riwayat kontak dengan tikus, segera ke rumah sakit. Dokter akan cek darah dulu, lalu bisa dilanjutkan dengan PCR atau tes antigen khusus kalau diperlukan.
Ingat, penanganan cepat itu krusial karena kasus berat bisa memburuk dalam waktu singkat.
Jadi #MicroFolks, Hantavirus memang perlu diwaspadai, tapi nggak perlu panik berlebihan. Selama lingkungan bersih dan kita lebih aware sama gejala yang muncul, risikonya masih bisa ditekan kok. Anggap aja ini pengingat buat lebih rajin bersih-bersih, karena ternyata “penghuni kontrakan gratis” di sudut gudang bisa lebih berbahaya dari yang kita kira.
Glosarium
| Istilah | Keterangan |
| CFR | Case Fatality Rate atau persentase orang yang meninggal dari total orang yang terinfeksi/terkonfirmasi kena penyakit itu. |
| CDC | Centers for Disease Control and Prevention atau lembaga kesehatan masyarakat milik pemerintah Amerika Serikat yang tugasnya memantau, meneliti, dan mengendalikan penyakit. |
Daftar Pustaka
BBC News. (2026a, May 5). What is hantavirus and how is it spread? | BBC News. YouTube. https://www.youtube.com/watch?v=yZTMkyq6fyY
BBC News. (2026b, June 9). What you need to know about Hantavirus. Youtube. https://youtu.be/Npe9CPjVcA0?si=099whtzwSmqfyazA
CDC. (2026, May 9). About Andes Virus. Hantavirus. https://www.cdc.gov/hantavirus/about/andesvirus.html
CNN. (2026, May 8). Hantavirus now in 9 countries: What doctors know so far. YouTube. https://www.youtube.com/watch?v=ueeK3nv23pQ
European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC). (2026, May 6). Hantavirus-associated cluster of illness on a cruise ship: ECDC assessment and recommendations. European Centre for Disease Prevention and Control. https://www.ecdc.europa.eu/en/publications-data/hantavirus-associated-cluster-illness-cruise-ship-ecdc-assessment-and
Fahmy, G. (2026, May 9). Hantavirus timeline: how a little-known virus became a global outbreak. New York Post. https://nypost.com/2026/05/09/world-news/hantavirus-timeline-how-a-little-known-virus-became-a-global-outbreak/
Fox News. (2026, May 8). WHAT TO KNOW: True risk of hantavirus explained. YouTube. https://www.youtube.com/watch?v=34zuPs9Z2Z0
Lukman, N., Kosasih, H., Ibrahim, I. N., Pradana, A. A., Neal, A., & Karyana, M. (2019). A Review of Hantavirus Research in Indonesia: Prevalence in Humans and Rodents, and the Discovery of Serang Virus. Viruses, 11(8), 698. https://doi.org/10.3390/v11080698World Health Organization (WHO). (2025, May 8). Hantavirus cluster linked to cruise ship travel, Multi-country. Who.int. https://www.who.int/emergencies/disease-outbreak-news/item/2026-DON600
