MEV-1 di Contagion dan Ancaman Virus Zoonotik Nyata

MicroCurrent Edisi Reguler

Disusun oleh Diva Edenia, Brigita Caitlin, Alifia Kayyisa, Nabila Azzahra, & Elvis Jefferson Kwan (Archaea’24)

Contagion dalam pandangan ilmiah 

Saat pertama kali menonton Contagion, mungkin banyak orang menganggap film ini hanya thriller pandemi biasa. Namun setelah melihat bagaimana dunia menghadapi COVID-19, film ini terasa jauh lebih realistis dan bahkan sedikit menyeramkan. Contagion menceritakan penyebaran virus bernama MEV-1 yang berasal dari interaksi antara kelelawar, babi, dan manusia, lalu menyebar dengan sangat cepat hingga menyebabkan pandemi global. Yang menarik, konsep virus dalam film ini ternyata memiliki kemiripan dengan beberapa virus zoonotik nyata yang dipelajari dalam dunia mikrobiologi. Hal ini membuat Contagion terasa bukan sekadar cerita fiksi, tetapi juga gambaran bagaimana pandemi benar-benar bisa muncul dari hal yang tampak sederhana di kehidupan sehari-hari.

MEV-1 dan Virus Nyata: Ketika Zoonosis Berpindah dari Hewan ke Manusia

Virus MEV-1 dalam Contagion sebenarnya memiliki kemiripan yang cukup dekat dengan Nipah Virus Infection, yaitu virus zoonotik nyata yang pertama kali ditemukan saat outbreak di Malaysia pada tahun 1998. Berdasarkan beberapa penelitian, Nipah virus berasal dari kelelawar buah (Pteropus spp.) yang kemudian dapat berpindah ke hewan perantara seperti babi sebelum akhirnya menginfeksi manusia (Sun et al., 2018). 

Hal ini sangat mirip dengan asal-usul MEV-1 dalam film. Selain itu, Nipah virus juga dikenal sebagai virus RNA yang memiliki kemampuan mutasi dan adaptasi cukup tinggi sehingga memungkinkan terjadinya spillover atau perpindahan virus antarspesies. Menurut saya, bagian paling menyeramkan dari konsep ini adalah pandemi ternyata tidak selalu muncul dari laboratorium atau sesuatu yang “sci-fi”, tetapi justru bisa bermula dari perubahan kecil pada interaksi manusia, hewan, dan lingkungan. Penelitian juga menunjukkan bahwa deforestasi, perubahan habitat, dan meningkatnya kontak satwa liar dengan manusia dapat meningkatkan risiko munculnya penyakit zoonotik baru (Letko et al., 2020).

Skema jalur penularan virus Nipah (Sun et al., 2018).

Seberapa Realistis Contagion? Penanganan Wabah dan Pelajaran dari Dunia Nyata

Film Contagion terasa realistis karena menyajikan visualisasi karantina, contact tracing, hingga proses pengembangan vaksin yang ternyata sangat mirip dengan penanganan pandemi COVID-19 di dunia nyata. Penelitian menunjukkan bahwa strategi seperti isolasi, tracing kontak, pembatasan mobilitas, dan vaksinasi memang menjadi langkah penting dalam menekan penyebaran penyakit infeksi, meskipun pada praktiknya proses tersebut jauh lebih kompleks dan membutuhkan waktu panjang (Hu et al., 2020). 

Pada akhirnya, Contagion bukan hanya film tentang virus, tetapi juga pengingat bahwa ancaman zoonosis nyata adanya dan kesadaran terhadap hubungan manusia, hewan, serta lingkungan menjadi hal penting untuk mencegah pandemi berikutnya.

Glosarium

IstilahKeterangan
Zoonotik (zoonosis)Penyakit menular yang berpindah dari hewan (vertebrata) ke manusia atau sebaliknya
SpilloverPenularan penyakit atau virus patogen dari satu spesies inang ke spesies inang lain, seperti virus hewan yang berpindah dan menginfeksi manusia.
Sc-fiGenre cerita atau film yang berfokus pada spekulasi dampak teknologi, sains, atau kemajuan futurisitik terhadap manusia atau masyarakat.
Contact tracingProses sistematis untuk mengidentifikasi, menilai, dan mengelola orang-orang yang terpapar penyakit menular (kontak erat) dari pasien terkonfirmasi.

Daftar Pustaka

Sun, B., Jia, L., Liang, B., Chen, Q., & Liu, D. (2018). Phylogeography, transmission, and viral proteins of Nipah virus. Virologica Sinica, 33(5), 385–393. https://doi.org/10.1007/s12250-018-0050-1

Letko, M., Seifert, S. N., Olival, K. J., Plowright, R. K., & Munster, V. J. (2020). Bat-borne virus diversity, spillover and emergence. Nature Reviews Microbiology, 18(8), 461–471. https://doi.org/10.1038/s41579-020-0394-z

Hu, B., Guo, H., Zhou, P., & Shi, Z. (2020). Characteristics of SARS-COV-2 and COVID-19. Nature Reviews Microbiology, 19(3), 141–154. https://doi.org/10.1038/s41579-020-00459-7

Baca juga artikel lainnya: